Judul
di atas sengaja diakhiri dengan “tanda tanya” bukan “ titik.” Mengapa? Itu sebagai
refleksi kegelisahan penulis, setelah beberapa waktu lalu mengikuti konferensi
nasional tentang Islam dan kepemimpinan perempuan. Dalam sebuah sesi,
diperdebatkan dengan sengit ketentuan-ketentuan dalam Islam yang dianggap
membelenggu dan mendeskreditkan perempuan. Benarkah demikian?


